Uncategorized

3 Problem Kesehatan Yang Kerap Membatalkan Puasa Di Ahad Kedua

Ilustasi gangguan pencenaan dikala puasa Ramadhan. Foto: thinkstock Ilustasi gangguan pencenaan dikala puasa Ramadhan. Foto: thinkstock

Jakarta – Memasuki pekan kedua puasa Ramadhan 1440 H, ketahanan fisik menghadapi puasa mulai diuji. Mereka yang sehat sanggup menjalani ibadah ini tanpa masalah. Namun berbeda dengan yang punya problem kesehatan, atau tidak menjalankan contoh hidup sehat selama puasa.

“Setiap orang tentu ingin menuntaskan puasa dengan baik dan tetap sehat. Tapi secara umum sebagian dari masyarakat muslim sudah ada yang batal puasa. Pengamatan aku sebagai dokter, sebagian besar pasien yang tiba ke aku sebab problem pencernaan,” kata akademisi dan praktisi klinis Prof Ari Fahrial Syam dalam pesan pendek yang diterima detikHealth.


Menurut Prof Ari, pasien ada yang tidak biasa makan sebelum subuh sehingga batal sebab hanya sahur dengan air putih. Selain tidak biasa sahur, berikut 3 penyakit yang sanggup membatalkan puasa.

1. Nyeri ulu hati

Kondisi nyeri ulu hati biasanya dibarengi mual dan muntah. Menurut Prof Ari, keadaan ini menjadi penyebab utama batalnya puasa pada ahad pertama. Nyeri ulu hati seharusnya tidak hingga membatalkan puasa, namun sanggup sangat mengganggu bagi yang tidak memperhatikan kesehatan. Prof Ali kembali mengingatkan pentingnya memperhatikan asupan dikala sahur dan buka serta tidak lapar mata.

2. Diare


Diare menjadi penyebab kedua seringnya batal puasa di ahad pertama. Diare umumnya terjadi di pagi hari jawaban konsumsi makanan yang tidak tepat, misal asupan yang terlalu asam dan pedas. Penyebab lain yakni konsumsi makanan yang telah tercemar bakteri. Prof Ari mengingatkan masyarakat memperhatikan kebersihan dan kesehatan makanan yang akan dikonsumsi.

3. Peningkatan asam lambung

Setelah berpuasa selama 6-8 jam terjadi peningkatan produksi asam lambung pada perut yang kosong. Kondisi ini bantu-membantu biasa terjadi pada pekan pertama, namun sanggup jadi tanda-tanda gangguan maag kalau tidak ditangani dengan baik. Selain menentukan makanan yang tepat, Prof Ari menyarankan segera ke dokter untuk menerima penanganan sehingga sanggup menuntaskan puasa dengan baik.

Related Articles

Close