Uncategorized

4 Tips Tetap Sehat Jelang Buka Puasa

Buka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Grandyos Zafna Buka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Grandyos Zafna

Jakarta – Menjelang buka puasa, godaan aneka macam jenis masakan dan minuman seolah mustahil ditolak. Meski sudah tahu dihentikan lapar mata, nyatanya tak gampang mengendalikan diri di depan bermacam-macam jenis asupan buka puasa.

Dikutip dari situs British Nutrition Foundation, boleh saja memenuhi selera makan dan minum ketika buka puasa. Namun jangan hingga terlalu banyak, alasannya ialah berisiko menurunkan kesehatan hingga tak bisa melanjutkan puasa.


Untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan, berikut tips sehat yang bisa diterapkan ketika iftar.

1. Dimulai dengan cairan

Saat mendengar azan, pastikan segera minum atau konsumsi masakan yang kaya cairan. Asupan tersebut harus rendah lemak dan harus mengandung cukup gula alami untuk menyediakan kebutuhan energi. Asupan yang mengandung banyak gula pelengkap jangan dikonsumsi berlebihan. Contoh minuman yang bisa dikonsumsi ialah air, susu, jus buah, atau smoothies tanpa gula pelengkap yang sanggup ditambah kurma.

2. Pilih masakan yang lembut

Setelah tidak makan atau minum minimal 12 jam, sistem pencernaan perlu menyiapkan diri terlebih dulu. Jika ingin makan sebaiknya pilih yang lembut dan gampang dicerna misal alpukat, pepaya, dan sayuran yang dikukus. Buah menyediakan kecukupan cairan, energi, serta vitamin dan mineral. Selain buah, bisa juga hidangan sup dengan rasa yang tidak terlalu tajam.


3. Kendalikan diri ketika makan besar

Menu makan besar berbeda di tiap negara sesuai kebudayaannya. Namun pastikan sajian tidak didominasi karbohidrat, lemak jenuh, dan trans fat. Menu harus menyertakan sayuran, buah, dan masakan berbahan hewani yang tidak diolah dengan terlalu banyak garam, gula, dan lemak. Asupan ini sebaiknya punya porsi lebih besar dibanding karbohidrat sederhana untuk menjaga berat badan, kadar gula, dan tekanan darah.

4. Olahraga sehabis makan

Menjalankan puasa bukan alasan tidak olahraga. Tentunya olahraga yang dijalankan tidak perlu yang berintensitas tinggi atau menguras energi terlalu banyak. Jalan kaki usai makan besar, jalan kaki ke masjid atau musola, dan sholat bisa menjadi alternatif olahraga. Puasa hanya menyediakan sedikit waktu untuk makan sehingga harus diisi asupan yang bermanfaat untuk kesehatan, bukan hanya mengutamakan selera.

Related Articles

Close