Cyber Life

Bssn Imbau Bahayanya Pakai Sembarang Vpn

Foto: Agus Tri Haryanto/detikINETFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Jakarta – Di tengah-tengah fenomena pembatasan sejumlah media umum ibarat WhatsApp oleh pemerintah, layanan VPN mencuat jadi materi perbincangan. Dengan kemampuannya untuk menciptakan penggunanya menjadi anonim di dunia maya, Virtual Private Network sanggup menjadi jalan keluar untuk lepas dari pembatasan tersebut.

Meski demikian, bukan berarti penggunaan VPN tidak menyimpan risiko tersendiri, terlebih yang penyedianya kurang terang asal usulnya. Hal ini yang coba diimbau oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Menggunakan sembarang VPN justru sanggup memperlihatkan resiko yang lebih besar bagi keamanan data langsung kita. Ketika memakai VPN berarti kita mempercayakan jalur koneksi dan data langsung kita melalui server milik perusahaan penyedia jasa VPN,” tulisnya pada bab caption di salah satu postingan-an di akun Instagram miliknya.

Lebih lanjut, BSSN menyebutkan sejumlah risiko yang sanggup ditanggung oleh pengguna sembarang VPN. Profiling dan masuknya malware ke dalam perangkat terkoneksi VPN menjadi beberapa ancaman yang perlu diperhatikan oleh user dalam memakai layanan tersebut.

Video: Hati-hati, Bahaya Penggunaan VPN Gratis di Android!

[Gambas:Video 20detik]

Soal profiling, Alfons Tanujaya, praktisi keamanan internet dari Vaksincom, sempat menjelaskan bahwa pemilik server VPN bisa saja merekam trafik yang lewat ke server miliknya. Dari situ, profil dari pengguna VPN, browsing ke mana saja, hobinya apa, kecenderungan politiknya, bisa terlihat dari situs-situs yang dikunjunginya dan terekam dengan baik di server VPN.

“Ini bisa dipakai untuk kepentingan iklan atau lebih parahnya dipakai untuk menghipnotis user. Misalnya diketahui orangnya masih bimbang memilih, kemudian ditampilkan iklan-iklan yang miring ke salah satu paslon ibarat yang terjadi dalam kasus Cambridge Analytica,” kata Alfons memaparkan beberapa waktu lalu.

Potensi masuknya malware pun sanggup dilihat dari hasil penelitian Metrics Labs pada awal tahun ini yang menyebut satu dari lima aplikasi VPN Android gratis terpopuler malah menjadi sumber celah keamanan. Bahkan, seperempat di antaranya mengandung bug yang melanggar privasi ibarat membocorkan DNS.


Bukan cuma soal profiling dan malware, BSSN juga mengimbau bahwa penggunaan yang kurang cermat juga sanggup berakibat pemanfaatan terhadap kata sandi, akun pribadi, sampai data perbankan user. Ini tentu perlu menjadi materi pertimbangan bagi pengguna internet dalam usahanya untuk menjebol pembatasan terhadap kanal ke media umum dikala ini.

Sejatinya, pembatasan kanal ke sejumlah platform ibarat WhatsApp oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bertujuan untuk menekan hoaks dan penyebaran konten negatif. Hal ini didasari dari kondisi rusuh yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) lalu.

Related Articles

Close