Cyber Life

Hoax Lawas Pakai Whatsapp Harus Bayar Sekarang Muncul Lagi

Foto: Dok. REUTERS/Thomas White/File PhotoFoto: Dok. REUTERS/Thomas White/File Photo

Jakarta – Belakangan muncul kabar bahwa menggunakan WhatsApp, yang dikala ini aksesnya masih dibatasi di Indonesia, akan kena biaya alias harus bayar. Itu yaitu hoax lawas yang muncul lagi.

Kabar mengenai WhatsApp dikenakan biaya tersebut beredar lewat pesan berantai. Menilik dari isi pesan berantai tersebut, isinya persis sama dengan kabar serupa yang sudah muncul sekian kali dalam beberapa tahun terakhir — dan sudah dinyatakan sebagai hoax.

“Mulai Hari Senin besok WhatSapp akan dikenakan bayaran (biaya) alasannya yaitu kini whatsapp sdh diakuisisi oleh Facebook,” demikian kalimat awal dari hoax lawas tersebut, yang sudah dinyatakan sebagai hoax oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).


Hoax tersebut, dengan kalimat persis sama, paling tidak sudah mulai beredar semenjak awal 2017. Tak cuma di Indonesia melainkan juga di negara lain. Salah satu yang terdokumentasi yaitu pemberitaan media Inggris Express.co.uk pada Januari 2017.

Video: Hati-hati, Bahaya Penggunaan VPN Gratis di Android!

[Gambas:Video 20detik]

Dalam pemberitaan tersebut, pesan hoax yang bersirkulasi dikala itu sama persis dengan yang beredar kini terkecuali pada hal menyerupai rincian hari dan tentu saja bahasa penyampaian yang dipakai kabar bohong itu.

Foto Hoax WhatsApp: Dok. Express.

Faktanya, layanan WhatsApp masih gratis dan sejauh ini tidak ada rencana memungut bayaran. Induknya, Facebook, memang mempunyai rencana untuk melaksanakan komersialisasi walaupun itu dilakukan dengan cara menyisipi WhatsApp dengan iklan.

Di Indonesia sendiri, susukan ke layanan WhatsApp secara penuh masih menerima pembatasan. Fitur pada layanan WhatsApp akan dipulihkan sesudah suasana kondusif, menyusul kerusuhan 21-22 Mei.

Related Articles

Close