Travel News

Kota Di Jepang Ini Larang Turis Makan Sambil Berjalan

Ilustrasi Prefektur Kanagawa (dok. Prefektur Kanagawa)

Kamakura – Jalan-jalan mencari street food, jadi salah satu kegiatan wisata menyenangkan. Tapi, di kota ini, makannya pas pulang saja ya!

Sebuah wilayah di Jepang, Kamakura, tepatnya berada di Prefektur Kanagawa akan memberlakukan peraturan bagi turis yang tiba ke banyak sekali kawasan dengan jajanan pinggir jalan untuk makan sambil berjalan. Peraturan ini mulai efektif mulai 1 April lalu.

Seperti dikumpulkan detikcom dari banyak sekali sumber, Selasa (14/5/2019) kegiatan makan atau bersantap memang dianggap salah satu cara melihat tindakan orang lain di Jepang. Mereka menganggap makan merupakan sebuah hal yang harus dilakukan secara serius.

Rupanya, tindakan makan sambil berjalan ternyata dianggap tidak sopan di Jepang. Budaya di Jepang, umumnya seseorang makan sambil duduk dengan kondisi yang nyaman dan tenang.

Namun, hal lainnya yang juga jadi pertimbangan ialah banyaknya sampah yang menumpuk. Ditambah, sikap turis yang kadang menciptakan orang lain resah. Seperti makanan tersenggol, saus tumpah, dan lainnya.

Nyatanya, pemberlakuan hukum ini menjadi kontradiksi. Menurut Norikazu Takahasi, ketua asosiasi pedagang di Komachi malah tidak oke dengan hukum ini. Karena street food ialah sebuah atraksi wisata yang ditawarkan Jepang.

“Kita tidak sanggup melarang tindakan makan sambil berjalan, alasannya ialah ini ialah salah satu cara berwisata. Kami ingin menimbulkan jalanan ini kawasan di mana wisatawan dan penghuni sanggup merasa nyaman,” ungkapnya kepada Japan Times.

BACA JUGA: Mengapa Orang Jepang Begitu Disiplin?

Sebenarnya, hukum ini pun sesungguhnya hanya sebatas ‘pengingat’. Lantaran hukum hanya akan dipasang di banyak sekali jalan. Namun apabila turis melanggar, tidak dikenakan denda atau penalti.

Aturan ini sesungguhnya juga sudah berlaku di Pasar Nishiki, Kyoto. Mereka melarang orang makan sambil berjalan karena alasan yang sama, sampah dan sanggup mengaggu satu sama lain.

Jajanan pinggir jalan atau street food menjadi salah satu atraksi wisata paling dicari di Jepang. Namun di satu sisi, makan sambil berjalan bersinggungan dengan budaya lokal, meski ternyata sebagian besarnya ‘memaklumi’ turis. Toh, mereka cuma sekadar jalan-jalan.

Bagaimana berdasarkan traveler?

Related Articles

Close