Security

Pembatasan Whatsapp Diakali Vpn? Awas Jebakan Batman!

Foto: Atsushi Tomura/Getty ImagesFoto: Atsushi Tomura/Getty Images

Jakarta – Usai pemerintah mengumumkan pembatasan layanan WhatsApp cs, gaung penggunaan VPN kencang terdengar. Maklum saja, cara ini disebut-sebut dapat mengakali hukum tersebut.

VPN (Virtual Private Network) ialah koneksi antar jaringan yang sifatnya eksklusif melalui jaringan internet publik. Alfons Tanujaya, praktisi keamanan internet dari Vaksincom menyebut, VPN itu pada prinsipnya sama dengan server proxy.

“Jadi apapun trafik yang lewat ke server itu dapat dipantau oleh pemilik server,” tukasnya ketika berbincang dengan detikINET.

Nah, di sinilah masalahnya muncul, khususnya ketika pengguna yang memakai VPN gratisan. Ibaratnya, VPN gratis itu mirip memperlihatkan permen pada anak kecil yang memang sangat menggemari cemilan anggun tersebut.

Alhasil, jikalau yang memperlihatkan permen tersebut beritikad jahat, dapat saja anak yang ditawari permen tersebut menjadi korban kejahatan alias kena jebakan Batman.

“Dalam kasus ini, pengguna VPN gratisan ibaratnya anak kecil yang tidak mengerti bahayanya mengambil permen dari orang tidak dikenal dan semua data (trafiknya) dilewatkan ke server VPN,” terang Alfons.

“Pemilik server VPN jikalau menginginkan dapat saja melaksanakan tapping (merekam) atas trafik yang lewat ke servernya dan banyak sekali risiko mengancam pengguna VPN gratisan tersebut,” lanjutnya.

Dengan kondisi mirip ini, tentu saja ada sejumlah risiko mengintai pengguna. Pertama, data penting mirip kredensial akun, data kartu kredit dan login internet banking yang tidak dilindungi dengan baik, akan bocor.

Video: Hati-hati, Bahaya Penggunaan VPN Gratis di Android!

[Gambas:Video 20detik]

Kedua, katakan data tersebut diamankan dengan baik dan tidak bocor. Namun profil dari pengguna VPN, browsing ke mana saja, hobinya apa, kecenderungan politiknya, dapat terlihat dari situs-situs yang dikunjunginya dan terekam dengan baik di server VPN.

“Ini dapat dipakai untuk kepentingan iklan atau lebih parahnya dipakai untuk menghipnotis user. Misalnya diketahui orangnya masih bimbang memilih, kemudian ditampilkan iklan-iklan yang miring ke salah satu paslon mirip yang terjadi dalam kasus Cambridge Analytica,” Alfons memaparkan.

Ketiga, trafik VPN yang masuk ke user dengan gampang dapat disusupi iklan atau malware yang jikalau dipakai untuk menginfeksi user dengan malware dan kesudahannya tidak kalah ancaman dengan kasus Spyware Israel di WhatsApp kemarin.

“Saya tidak bilang semua penyedia VPN gratisan buruk/jahat. Tetapi logikanya menyediakan layanan VPN membutuhkan server, biaya operasional dan bandwidth. Kaprikornus tidak logis kalau ada VPN gratisan yang reliable. Kalaupun ada yang relatif kondusif tetapi performanya biasanya rendah (speednya rendah/lemot),” pungkasnya.

Pakai VPN Akali Pembatasan WhatsApp? Awas Jebakan Batman!Foto: Justin Sullivan/Getty Images

WhatsApp cs ‘Dicekik’

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara menyatakan pemerintah membatasi saluran media sosial. Upaya ini ditujukan untuk membatasi penyebaran atau viralnya informasi hoax yang berkaitan dengan agresi unjuk rasa berkaitan dengan pengumuman hasil Pemilihan Umum Serentak 2019.

“Pembatasan itu dilakukan terhadap fitur-fitur platform media umum dan messaging system. Tidak semua dibatasi dan bersifat sementara dan bertahap,” ungkap Rudiantara dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan di Jakarta, Rabu (22/05/2019) siang.

Rudiantara menjelaskan bagaimana konten negatif dan hoax diviralkan melalui pesan instan. “Kita tahu modusnya dalam posting (konten negatif dan hoax) di media sosial. Di Facebook, di Instagram dalam bentuk video, meme atau gambar. Kemudian di-screen capture dan diviralkan bukan di media umum tapi di messaging system WhatsApp,” jelasnya.

Konsekuensi pembatasan itu, berdasarkan Menkominfo akan menyebabkan pelambatan akses, terutama untuk unggah dan unduh konten gambar dan video.

“Kenapa, alasannya ialah viralnya yang dibatasi. Viralnya itu yang negatif. Banyak mudharatnya ada di sana,” tandasnya.

Related Articles

Close