Uncategorized

Perjuangan Selena Gomez Melawan Lupus Dan Gangguan Mental

Selena Gomez yang bangun dari gangguan kesehatan mental dan lupus. Foto: Emma McIntyre/Getty Images Selena Gomez yang bangun dari gangguan kesehatan mental dan lupus. Foto: Emma McIntyre/Getty Images

JakartaSelena Gomez bangun dari lupus dan gangguan kesehatan mental yang sempat dialaminya pada 2018. Kebangkitan ditandai dengan kembalinya Gomez ke layar lebar dan even yang ramai sorotan media.

Dikutip dari Daily Mail, Gomez akan bermain dalam film bertema zombie meski bukan sebagai bintang film utama. Dalam film berjudul The Dead Don’t Die tersebut, Gomez menjadi seorang wanita muda yang tak sengaja masuk ke kota yang dihuni para zombie. Sebelumnya, Gomez tampil dalam pembukaan dan makan malam Festival Film Cannes.

Gomez sempat dirawat di rumah sakit 2 kali selama terapi menghadapi lupus. Dikutip dari People, Gomez juga menjalani perawatan untuk kesehatan mental. Gomez dilaporkan mengalami stres, serangan panik, dan penurunan emosi sesudah mendapatkan diagnosa jumlah darah putih yang cenderung rendah. Kondisi ini mungkin diakibatkan transplantasi ginjal yang sempat dijalaninya pada 2017.


“Terus menerus sakit yaitu kondisi yang bisa mengakibatkan stres, depresi, dan ketakutan berlebihan. Sering kali pasien penyakit kronis tak bisa lagi menikmati hal yang tadinya disukai. Dampak negatif ini makin parah dengan sorotan publik pada kehidupan selebriti. Mereka dituntut selalu tepat yang tidak hanya melelahkan tapi juga mustahil,” kata Direktur Klinis di layanan kesehatan mental New Perspectives Jennifer Behnke.

Untuk terapi mental, Gomez menjalani Dialectical Behavioral Therapy (DBT) sampai pulih. Terapi DBT membantu pasien mendapatkan pikiran, emosi, dan tingkah laris yang kurang nyaman. Menurut Behnke, DBT yang mendapatkan banyak sekali hal negatif pada diri sendiri membantu menangi pengaruh emosional yang muncl akhir penyakit kronis. Terapi menyediakan keterampilan simpel yang memungkinkan pasien tidak jatuh atau mengalah menghadapi penyakit.

Publik bergotong-royong kagum dengan keberanian Gomez membuka diri terhadap lupus dan gangguan mental yang dialami. Keterbukaan Gomez menghilangkan stigma dan memungkinkan diskusi lebih lanjut terkait pengaruh penyakit kronis. Keterbukaan juga membantu selebriti dan masyarakat lain merasa bisa dan termotivasi menghadapi kondisi tersebut. Kesulitan yang muncul menjadi hal masuk akal tanpa perlu dipandang berlebihan.

Related Articles

Close