Uncategorized

Saran Ridwan Kamil Semoga Bencana Petugas Kpps Meninggal Tak Terulang

Ridwan Kamil berharap ada penilaian KPU terkait maraknya kabar petugas KPPS meninggal alasannya ialah kelelahan. (Foto ilustrasi: Mukhlis Dinillah) Ridwan Kamil berharap ada penilaian KPU terkait maraknya kabar petugas KPPS meninggal alasannya ialah kelelahan. (Foto ilustrasi: Mukhlis Dinillah)

JakartaPemilu 2019 yang dilakukan serentak nampaknya membawa sedih bagi beberapa pihak. Di media ramai informasi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sampai anggota Polisi Republik Indonesia yang meninggal dunia ketika bertugas mulai alasannya ialah sakit sampai kecelakaan.

Terkait hal tersebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap ada penilaian dari KPU biar insiden serupa tidak terulang. Ridwan Kamil ingin biar ada alokasi waktu sehingga para petugas tidak kewalahan mengurusi coblosan yang kali ini untuk pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.


“Titip untuk @KPU_ID biar mengevaluasi dan meninjau ulang alokasi waktu dan teknis pemilu yang serentak ini. Karena sebagian besar mereka yang meninggal dunia terindikasi alasannya ialah kelelahan intens ketika bertugas hampir 24 jam non stop utk mengurusi 5 jenis coblosan,” tulis Ridwan Kamil di halaman Twitter-nya pada Sabtu (20/4/2019).

Mengapa kelelahan ekstrem sanggup mengakibatkan kematian? Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menjelaskan sanggup alasannya ialah faktor badan yang kurang istirahat, gangguan teladan makan, sampai doping kafein meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Hal ini akan semakin jelek bagi petugas yang sebelumnya memang sudah punya faktor risiko menyerupai hipertensi sampai kolesterol tinggi.

“Beban petugas KPPS luar biasa dengan masa kerja lebih dari 8 jam sehari. Supaya sanggup bekerja optimal, petugas KPPS jadinya pakai doping misal minuman berenergi yang biasanya mengandung kafein. Kandungan inilah yang jadinya menghipnotis kerja jantung,” kata Prof Ari.

Related Articles

Close