Uncategorized

Suka Makan Junk Food? Hati-Hati, Lemak Jahatnya Dapat Masuk Ke Otak

Junk food semenjak usang dikaitkan dengan aneka macam problem kesehatan (Thinkstock) Junk food semenjak usang dikaitkan dengan aneka macam problem kesehatan (Thinkstock)

Jakarta – Sebuah riset terbaru menyebut kebiasaan makan junk food dapat memicu depresi. Penyebabnya, lemak jenuh di dalamnya masuk ke fatwa darah dan terbawa masuk ke otak.

Begitu mencapai otak, lemak jenuh tersebut akan kuat pada penggalan hipotalamus. Bagian ini merupakan sentra kendali emosi, yang dapat meningkatkan tanda-tanda depresi kalau kerjanya terganggu.

Para ilmuwan dari University of Glasgow mengungkap hal ini dalam sebuah penelitian. Walau eksperimen dilakukan hanya pada tikus, temuan ini makin menjelaskan kaitan antara depresi dengan kegemukan.

Diketahui, obat-obat antidepresan kurang efektif pada pengidap obesitas dibandingkan pada pemilik berat tubuh ideal. Para ilmuwan meyakini, gemuk hanya faktor perhiasan yang memicu depresi, dengan lemak sebagai faktor utamanya.

“Riset ini dapat mulai menjelaskan bahaimana dan mengapa obesitas dikaitkan dengan depresi dan bagaimana kita dapat menunjukkan penanganan yang lebih baik pada pasien dengan kondisi tersebut,” kata Prof George Baillie yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Dailymail.

Lihat video Ingat Bedakan Junk Food dan Fast Food:

[Gambas:Video 20detik]

Suka Makan Junk Food? Hati-hati, Lemak Jahatnya Bisa Masuk ke Otak

Related Articles

Close