Uncategorized

Sulit Menelan, Nenek 97 Tahun Ini Meninggal Alasannya Yaitu Makanan Masuk Paru-Paru

Seorang nenek meninggal alasannya ialah kuliner masuk paru-paru. Foto: Istimewa Seorang nenek meninggal alasannya ialah kuliner masuk paru-paru. Foto: Istimewa

Jakarta – Seorang perempuan berusia 97 tahun hidup selama bertahun-tahun dengan kondisi sulit menelan makanan. Nenek yang tak mau disebut namanya ini harus menghembuskan napas terakhirnya alasannya ialah makanan bacin yang tertinggal di tenggorokannya tak sengaja masuk ke paru-parunya.

Nenek ini mengidap kondisi langka berjulukan achalasia yang menimbulkan komplikasi fatal ‘mega-esofagus’, di mana akses kuliner atau esofagus mengembang sangat lebar hingga berisiko rusak. Kondisi ini menimbulkan kuliner sulit turun alasannya ialah otot dan saraf di akses esofagus rusak.

Akibatnya ia kerap memuntahkan makanannya kembali, nyeri dada, dan kesulitan menelan. Jika tak segera ditangani, esofagus dapat sangat melebar hingga otot-ototnya tak dapat meregang lebih lebar dan kuliner menjadi tersangkut kemudian membusuk.

Potongan kuliner bacin yang berada di esofagus nenek tersebut terhisap ke paru-paru dan menimbulkan bisul paru dan menjadi penyebab kematiannya, menyerupai dikutip dari Daily Mail.


Penyakit tersebut diketahui sehabis ia terjatuh dan menjalani beberapa tes dan pindaian. Sebelumnya, kesulitan menelannya dianggap sebagai dilema lambung atau gastro-oesophageal reflux disease (GERD) dan diberikan obat untuk penyakit tersebut.

Setelah ditemukan esofagusnya rusak dan berisi belahan sisa-sisa kuliner dan benar-benar telah tertutup di bawah, tim dokter yang dipimpin oleh Dr Waqas Aslam memastikan diagnosisnya ialah achalasia.

Pilihan satu-satunya ialah nenek ini harus memakai tabung kuliner di perut. Setelah itu ia pun diperbolehkan pulang untuk dirawat di rumah.

“Sayang sekali, ia meninggal beberapa ahad kemudian alasannya ialah pneumonia aspirasi dan nyaris lumpuh. Mega-esofagus terkait dengan peningkatan risiko pneumonia aspirasi, malnutrisi parah, dan kecacatan elektrolit, terutama pada kelompok lansia, menimbulkan selesai hidup yang signifikan,” pungkas dokter tersebut.

Related Articles

Close